Jumat, 29 November 2019

Fakta Anak 5 Tahun Disiksa Orang Tua di Dalam Kandang Kucing Sampai Meninggal

ALHIDAMART.COM - Fakta Anak 5 Tahun Disiksa Orang Tua di Dalam Kandang Kucing Sampai Meninggal Belum lama ini salah satu kamar yang langsung menghebohkan dunia Jagat Maya yaitu kasus pembunuhan yang dilakukan oleh pasangan suami istri kepada anaknya yang baru berusia 5 tahun dimana pembunuhan tersebut termasuk sangat sadis dikarenakan anak Malang tersebut diketahui anak kandung mereka, namun harus disiksa di dalam kandang kucing seperti disekap dan selanjutnya keduanya menyiksa anak Malang tersebut dengan menggunakan air panas dan sendok yang masih membara sampai anak tersebut meninggal dunia.

Kasus anak 5 tahun disiksa di dalam kandang kucing sampai meninggal dunia oleh orang tuanya langsung mendadak viral di media sosial dan menjadi kontroversi di kalangan netizen, pasalnya yang melakukan pembunuhan tersebut adalah orang tua kandung sendiri yang dikenal di depan masyarakat sangat taat agama, sehingga ketika kasus ini diketahui oleh pihak kepolisian dan selanjutnya sang pembunuh diketahui adalah orang tuanya maka tidak salah jika tetangga langsung tidak percaya atas kasus pembunuhan tersebut.

Kasus pembunuhan bocah berusia 5 tahun oleh orang tuanya yang dimasukkan kedalam kandang kucing dan selanjutnya disiksa dengan menggunakan air panas dan lainnya sampai bocah tersebut meninggal dunia, langsung menjadi pusat perhatian masyarakat di Singapura sampai di Indonesia. Pasalnya Kejadian ini terbilang sangat sadis dan dilakukan oleh orang yang berpenampilan seperti orang sholeh akan tetapi ternyata kelakuannya sangat biadab melebihi setan.

Fakta Anak 5 Tahun Disiksa di Dalam Kandang Kucing 

Anak 5 Tahun Disiksa Orang Tua di Dalam Kandang Kucing - Daily Mail
Anak 5 Tahun Disiksa Orang Tua di Dalam Kandang Kucing - Daily Mail


Seperti dikutip dari laman daily mail Belum lama ini, apabila terdapat beberapa fakta yang berhasil kami rangkum terkait pembunuhan sadis yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya sendiri yang dimasukkan kedalam kandang kucing lalu anak tersebut disiksa menggunakan air panas dan sendok membara sampai tewas.

Kronologi pembunuhan anak Malang 


Seperti dikutip dari laman daily mail apabila pasangan suami istri didakwa dengan tuduhan sudah memasukkan anaknya sendiri yang usianya baru 5 tahun ke kandang kucing dan selanjutnya orang tua tersebut menyiksa anak kandungnya dengan menyiramkan air panas ke tubuhnya dan selanjutnya disiksa menggunakan sendok membara sampai pada akhirnya, anak Malang tersebut meninggal dunia.

Bocah yang tidak disebutkan identitasnya tersebut dipastikan disiksa oleh kedua orangtua mereka di mana penyiksaan dialami setiap hari sampai pada akhirnya bocah Malang tersebut meninggal dunia.

Identitas orang tua menyiksa anak 


Seperti dikutip dari laman Tribun, apabila identitas orang tua yang menyiksa anaknya tersebut dengan perlakuan yang sangat berutang yaitu bernama Azlin Arujunah nama dan istrinya Ridzuan Mega Abdul Rahman.

Kedua pasangan suami istri yang baru berusia 27 tahun tersebut terbukti sudah menyiksa anaknya sendiri sampai meninggal dunia di kandang kucing.

Mereka asal Singapura 


Diketahui apabila pasangan suami istri yang membunuh anaknya tersebut adalah asli warga Singapura dan beragama Islam dan mereka mempunyai usia yang sama yaitu 27 tahun.

Meninggal pada bulan Oktober 2016 


Kasus ini menjadi Kasus yang sudah lama di mana putra mereka yang disiksa meninggal pada bulan Oktober 2016 yang lalu dan ditemukan dalam keadaan yang sangat mengenaskan dimana hampir sekujur tubuhnya menderita luka bakar sampai 75%.

Menolak berbicara di pengadilan 


Hakim di pengadilan tinggi Valerie Thean pada hari ini meminta kepada kedua tersangka untuk bersaksi namun Sangat disayangkan orang tua yang menjadi pelaku pembunuhan kepada anaknya sendiri tersebut menolak dan mengatakan apabila mereka tidak ingin melakukannya.

Dari pengakuan pengacara rahman yaitu Eugene Thuraisingam, apabila kliennya tidak mau berbicara di depan pengadilan karena mempunyai alasan dan hal tersebut menjadi keputusan strategis bagi mereka


Rahman mengalami gangguan jiwa 


Seperti diketahui apabila pelaku ayah korban seperti diungkapkan oleh dokter Ken Ung jika Rahman setelah diperiksa ternyata mengalami gangguan perhatian defisit hiperaktif dan juga gangguan hipnotis dan gangguan mudah meledak berselang dan gangguan tersebut termasuk salah satu gangguan jiwa yang memang berbahaya jika tidak dikontrol.

Baca Juga :

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon