Tampilkan postingan dengan label Ahok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahok. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Desember 2017

Jalani 7 Bulan Masa Tahanan, Mantan Gubernur DKI Ahok Siap Bebas dan Dapat Remisi Natal 2017

Bagi anda para pecinta sosok Pak Ahok ternyata belum lama ini ada kabar yang sangat menggembirakan dimana Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama dipastikan akan segera keluar dari penjara dan akan mendapatkan remisi Natal 25 Desember 2017 karena Ahok dikenal sosok yang sangat baik saat ia didalam tahanan.

Remisi Ahok tersebut pastinya menjadi kebahagiaan terbesar bagi keluarga dan masyarakat yang selaam ini sayang dengan sosok pemimpin yang tegas dalam menjalankan amanahnya tersebut, dan perlu anda ketahui apabila pada hari ini, Senin, 18 Desember 2017 Pak Ahok genap 7 bulan melalui masa tahanan yang ia harus jalani selama 2 tahun akibat dugaan penistaan Agama Qs Al-Maidah Ayat 51.

Selam aini Pak Ahok ditahan Markas Komando Brimob, Depok, Jawa Barat semenjak tanggal 9 Mei 2017 lalu dan genap di bulan ini sudah 7 bulanan. Remisi untuk Pak Ajok ini dipastikan akan ia peroleh pada tanggal 25 Desember 2017 yang akan datang, dimana pengurangan hukuman yang akan didapatkannya sudah sesuai dengan UU Nomor 12 Tahun 1995 terkait Pemasyarakatan dan juga pada Keppres NO 174 Tahun 1999 terkait masalah Remisi.

basukibtp_Remisi Ahok
basukibtp_Remisi Ahok


Menurut  I Wayan Sudirta selaku Kuasa hukum Basuki alias Ahok, apabila Pak Ahok memang sangat pantas dan seharusnya memperoleh remisi tersebut apalagi sebentar lagi natal akan menjelang. Pasalnya, menurutnya suami dari Veronica Tan tersebut terbukti selama 7 bulan ini sangat baik dan tidak berbuat kegaduhan.

Malahan, sesuai dengan Keppres NO 174 Tahun 1999 disana tertulis, apabila seseorang yang telah jalani masa tahanan selama 6 bulanan maka akan memperoleh remisi 1 bulan. Selanjutnya untuk 1 tahun pertama mereka akn mendapatkan remisi 2 bulanan.

Untuk kondisi Pak Ahok sekarang ini, sangat baik karena ia selama dalam tahanan suka sekali melakukan kegiatan yang baik seperti olahraga, membaca, beribadah, dan yang paling mengagumkan adalah menulis buku sehingga banyak karya selama di tahanan yang telah ditorehkan oleh Pak Ahok.

Selasa, 14 November 2017

Vonis Buni Yani Hukuman 1,5 Tahun Penjara, Bikin Aneh Kuasa Hukum Ahok

ALHIDAMART.COM - Vonis Buni Yani Hukuman 1,5 Tahun Penjara, Bikin Aneh Kuasa Hukum Ahok Seperti diketahui pada hari ini, Selasa 14 November 2017 putusan vonis pada Buni Yani telah ditetapkan oleh majelis hakim dan keputusan akhirnya Buni Yani dihukum dengan hukuman 1,5 penjara lebih ringan dari tuntutan JPU yaitu 2 tahun penjara. Sontak saja, hal tersebut langsung membuat aneh tim kuasa hukum Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok yang menilai apabila vonis tersebut tidak adil dan sangat ringan.

Vonis Buni Yani yang ditetapkan oleh majelis hakim yang diketuai m saptono, hasilnya membuat kontroversi di kalangan netizen dan publik, salah satunya yang datang dari tim kuasa hukum Ahok yang mengatakan apabila vonis Hakim terlalu ringan untuk Buni Yani yang sudah ditetapkan bersalah melakukan pelanggaran ITE.

"Lho hukumannya kok ringan begitu bayangkan saja cuma satu setengah tahun gak adil itu hukumannya jujur terlalu ringan," tegas Wayan sudirta selaku tim kuasa hukum Ahok seperti diberitakan oleh laman Kompas, selasa 14 November 2017

Wayan sudirta menegaskan apabila polis pada buniyani tersebut memang terlalu ringan, pasalnya Buni Yani telah terbukti bersalah dalam memotong video pidato Pak Ahok yang membuat masyarakat salah persepsi. Sehingga seharusnya hukuman yang diberikan kepada Buni Yani yang telah memecah belah umat harus sesuai dengan hukuman yang ditentukan oleh pihak JPU.

Vonis Buni Yani - BBC
Vonis Buni Yani - BBC

Dilain tempat Teguh Samudra selaku kuasa hukum Pak Ahok memberikan penilaian yang sama apabila vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim sangat jauh diluar prediksinya dan anggota kuasa hukum yang lain, padahal seharusnya Hakim menjatuhkan hukuman yang lebih berat dari Pak Ahok dan juga segera masuk penjara.

Seperti diketahui apabila m saptono selaku ketua majelis hakim menilai apabila buniani secara sah dan meyakinkan bersalah atas perbuatannya, m saptono dalam persidangan menyatakan apabila dirinya menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman 1 tahun dan 6 bulan.

Perbuatan Buni Yani dinilai telah memenuhi unsur pasal 32 ayat 1 dan atau pasal 28 ayat 2 undang-undang dengan melakukan ujaran kebencian dan mengedit isi video dari pidato Pak Ahok.