Rabu, 05 Februari 2020

Fakta Nancy Pelosi Ngambek Sama Donald Trump Yang Bikin Heboh

ALHIDAMART.COM - Fakta Nancy Pelosi Ngambek Sama Donald Trump Yang Bikin Heboh Salah satu informasi yang sekarang ini mendadak viral dan menjadi trending Google yaitu seorang ketua DPR Amerika Serikat bernama Nancy pelosi dikabarkan ngambek setelah Donald Trump diketahui tidak mau paman dengan dirinya saat pidato State of the Union sehingga, nancy pelosi dengan gagah langsung merobek salinan kertas pidato Donald Trump tersebut. Beberapa foto ketika Nancy pelosi merobek salinan kertas pidato State of the Union milik Donald Trump, langsung mendadak viral dan menjadi perbincangan netizen di Amerika luar negeri sampai Indonesia.

Perseteruan antara Nancy pelosi selaku ketua DPR Amerika dan presiden Amerika yaitu Donald Trump sepertinya mulai memanas ketika Nancy pelosi yang menyodorkan tangan untuk bersalaman akan tetapi malah tidak digubris oleh Donald Trump sehingga jabat tangan tersebut menjadi indikasi apabila keduanya akan berseteru dengan perseteruan yang sangat panas.

Jabat tangan Nancy pelosi ditolak Donald Trump - TwitterSpeakerPelosi
Jabat tangan Nancy pelosi ditolak Donald Trump - TwitterSpeakerPelosi

Fakta Nancy pelosi berseteru dengan Donald Trump 


Di bawah ini adalah beberapa fakta yang berhasil kami rangkum bagaimana ketua DPR Nancy pelosi yang yang dipastikan siap berseteru dengan Donald Trump.

Jabat tangan Nancy pelosi ditolak Donald Trump 



Ketika Donald Trump selesai berpidato untuk State of the Union, ketika dirinya pergi untuk bersalaman dengan pihak DPR Amerika Serikat, selanjutnya saat itu ketua DPR as Nancy pelosi menyodorkan tangan untuk bersalaman akan tetapi ternyata tidak diindahkan oleh Donald Trump dan sepertinya jabat tangan tersebut ditolak oleh Donald Trump dan Hal inilah yang membuat Nancy pelosi marah.

Nancy pelosi merobek salinan kertas pidato 


Akibat ulah yang tidak baik dari Donald Trump yang tidak mau bersalaman dengan dirinya, tanpa pikir panjang Nancy pelosi langsung merobek kertas pidato State of the Union milik Donald Trump dan selanjutnya terlihat wajah Nancy pelosi yang sangat marah.



Kejadian tersebut terekam jelas pada foto dan video yang beredar luas dan terjadi pada tanggal 5 Februari 2020 yaitu ketika Donald Trump selesai berpidato State of the Union, selanjutnya anggota Demokrat California berdiri di belakangnya dan merobek salinan pidatonya menjadi dua sebelum akhirnya melempar kertas tersebut ke samping.

Aksi merobek kertas tidak direncanakan 


Dari salah satu sumber yang sangat dekat dengan nancy pelosi, apabila aksi perempuan merobek salinan pidato donald Trump memang tidak direncanakan dan hal ini dipastikan akibat nancy pelosi marah karena tidak bersalaman dengan Donald Trump.

Donald Trump makin dibenci 


Akibat ulah Donald Trump yang sepertinya ingin melawan pihak DPR Amerika Serikat hal ini menjadi sebuah kabar panas bagaimana seorang presiden berseteru dengan parlemen dan dipastikan an-nasr akan semakin dibenci terutama setelah insiden mengabaikan salaman nancy pelosi.

Banyak dari pemerhati politik di Amerika Serikat yang mengatakan, apabila donald Trump yang mengabaikan Nancy pelosi maka hal ini menjadi insiden buruh bagi Donald Trump dikarenakan dipastikan dirinya akan kehilangan kesempatan untuk memperbaiki negara Amerika Serikat yang sekarang ini sedang terpecah belah.

Rabu, 08 Januari 2020

Serangan Iran Menewaskan 80 Tentara AS

ALHIDAMART.COM - Serangan Iran Menewaskan 80 Tentara AS Aksi balas dendam yang dilakukan oleh pemerintahan Iran ternyata bukan omongan belaka, pasalnya Belum lama ini tepat di hari Rabu dini hari tanggal 8 Januari 2020, iran langsung meluncurkan rudal yang sangat berbahaya dan mengincar pangkalan militer Amerika Serikat langsung memporak-porandakan beberapa area dan termasuk dikabarkan apabila dalam serangan Iran tersebut, iran langsung membunuh sebanyak 80 tentara Amerika Serikat.

Serangan Iran menewaskan 80 tentara AS menjadi salah satu Serangan yang sangat mematikan dan banyak yang menganggap apabila serangan tersebut penuh dengan dendam apalagi diketahui jika Belum lama ini salah seorang pemimpin Iran sengaja dibunuh oleh Amerika Serikat atas perintah dari Donald Trump sehingga hal ini membuat negara Iran murka dan selanjutnya mereka Langsung mengirimkan Serangan yang membabi buta ke beberapa pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di Irak.

Serangan Iran-IGrubrodbass
Serangan Iran-IGrubrodbass


Seperti diketahui apabila serangan tersebut dilakukan oleh irgc atau dikenal sebagai Korps pegawai revolusi Iran yang selama ini dikenal tidak takut mati dan mereka pun langsung mengklaim apabila serangan tersebut sudah menewaskan sebanyak 80 tentara Amerika dan membuat luka 200 tentara lain.

Seperti dikutip laman Mehrnews, apabila Serangan yang dilakukan oleh tentara Iran kepada Amerika Serikat membuat 80 orang tewas dan membuat 200 orang terluka dan selanjutnya akibat selang tersebut, beberapa tentara yang selamat langsung dipindahkan keluar dari pangkalan udara dengan menggunakan helikopter.

Sehingga puluhan orang tewas dari Amerika Serikat ternyata berbanding terbalik ketika pernyataan presiden Amerika yaitu Donald Trump yang mengatakan jika Serdadu as yang ada di Irak dalam kondisi aman setelah terjadinya serangan rudal yang dilakukan oleh Iran.

Salah seorang petinggi Amerika Serikat memberikan penjelasan kepada beberapa media setempat, apabila pangkalan yang diserang oleh Iran dengan menggunakan rudal berbahaya mempunyai sistem peringatan serangan rudal yang masih aktif ketika terjadi insiden dan menurutnya, hal tersebut membuat seluruh prajurit dapat dengan tepat waktu bisa berlindung di ruang bawah tanah.

Sekitar 20. Pangkalan militer Al Asad yang dihuni oleh tentara Amerika dikabarkan terkena serangan 15 gudang dari Iran dan selanjutnya jumlah pesawat nirawak bersama helikopter dilaporkan hancur tak bersisa dimana dipastikan, pertahanan udara Amerika tidak bisa merespon serangan udara dari Iran.

Selanjutnya sekitar 104 titik penting yang berbasis militer Amerika Serikat sudah berhasil diidentifikasi dimana untuk basis militer Al Asad menjadi salah satu pangkalan terbesar kedua yang dimiliki oleh Amerika untuk angkatan darat laut dan udara mereka semenjak tahun 2014 di mana operasi tersebut menjadi basis tentara Denmark dan Australia.

Selanjutnya pihak irgc sudah menyasar dua pangkalan udara terbesar milik Amerika yaitu Al Asad dan Erbil yang berada di negara Irak untuk melakukan balas dendam setelah donald Trump memerintahkan kepada tentara Amerika untuk membunuh mayjen Sulaiman Qasem Soleimani.